Jakarta, -- Musyawarah Besar (MUBES) II IKTD/KKTD Nasional yang diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Pagaruyung Ballroom Lantai 3 Hotel Balairung Jakarta berlangsung dengan lancar, tertib, dan demokratis. Perdebatan untuk eksistensi dan kemajuan Tanah Datar melalui Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) berjalan dengan hangat namun tetap mengedepankan kekeluargaan dan persatuan, Minggu, 31 Mei 2026.
MUBES II ini mengusung tema:
"Mambangkik Batang Tarandam, Manyatuakan Rantau Dalam Satu Payuang, Mambangun Luhak Nan Tuo Menuju Masa Depan yang Bermartabat".
Mubes ini menjadi momentum penting dalam menyatukan organisasi-organisasi perantau Tanah Datar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Zurlen, S.H., menyampaikan bahwa panitia telah melakukan pendataan organisasi perantau Tanah Datar secara nasional dan berhasil mengidentifikasi organisasi IKTD/KKTD/Perwatar tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang aktif di berbagai daerah di Indonesia.
"Mubes ini dihadiri oleh 22 organisasi IKTD/KKTD/Perwatar. Berdasarkan ketentuan tata tertib, jumlah peserta yang hadir telah memenuhi syarat dan dinyatakan quorum oleh sidang," ujar Zurlen.
Sementara itu, Ketua Steering Committee MUBES II, H. Mark Yunan Sirhan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kedewasaan dalam bermusyawarah. Menurutnya, pelaksanaan MUBES II menjadi bukti bahwa perantau Tanah Datar memiliki komitmen kuat untuk membangun organisasi yang solid, modern, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat perantau maupun kampung halaman.
Dalam forum MUBES tersebut, peserta berhasil membahas dan mengesahkan berbagai perangkat organisasi, utamanya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja Organisasi. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan MUBES II adalah penetapan nama organisasi nasional menjadi DEWAN PIMPINAN PUSAT IKATAN KELUARGA TANAH DATAR (DPP IKTD) yang akan menjadi rumah besar bagi seluruh organisasi perantau Tanah Datar di Indonesia dan untuk diaspora Tanah Datar.
Proses Demokratis Pemilihan Ketua Umum
Agenda penting lainnya yang dinantikan peserta adalah pemilihan Ketua Umum DPP IKTD periode 2026-2030.
Sesuai ketentuan yang telah disepakati dalam sidang, setiap bakal calon Ketua Umum wajib memperoleh dukungan sekurang-kurangnya dari tiga organisasi IKTD/KKTD yang hadir dalam MUBES.
Setelah masa pendaftaran dibuka oleh pimpinan sidang, muncul beberapa nama bakal calon yang diusulkan oleh peserta MUBES, yaitu:
Afriansyah Noor memperoleh 1 dukungan;
Buchari Bachter memperoleh 6 dukungan;
Yuherman memperoleh 11 dukungan;
Fauzi Syam memperoleh 1 dukungan;
M. Shadiq Pasadigoe memperoleh 1 dukungan.
Khairunnas memperoleh 1 dukungan
Sebelum Panitia melakukan verfikasi dukungan, Afriansyah Noor dihubungi oleh Shadiq Pasadigoe dan menyatakan tidak bersedia dicalonkan, sedangkan Fadly Amran melalui IKTD Sumatera Barat juga telah menyatakan tidak bersedia dicalonkan. Selanjutnya berdasarkan hasil verifikasi dukungan, hanya dua nama yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon Ketua Umum, yaitu: Buchari Bachter dan Yuherman.
Sebelum proses pemilihan, Yuheman sempat meminta waktu dan mengajak peserta untuk bermusyawarah untuk mufakat untuk menghindari penglompokan dalam IKTD, Yuherman juga bermusyawarh dengan calon ketua Buchari Bachter sebagai ciri khas masyarakat Minangkabau.
Namun dalam perkembangannya peserta meminta pimpinan sidang untuk meneruskan dengan pemilihan lansung atau pemungutan suara. Pemilihan ini menghasilan Yuherman sebagai Ketua Umum DPP IKTD periode 2026-2030 dengan perolehan 18 suara atau 75% dan Bucahri Bachter memperoleh 6 suara;
Dalam sambutannya setelah terpilih, Dr. H. Yuherman mengajak seluruh perantau Tanah Datar melalui IKTD seluruh Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan bagi kemajuan Tanah Datar Luhak Nan Tuo. IKTD harus independen dalam menjalankan visi dan misinya. Menjadi mitra dan mendukung pemerintah, mengamati secara kritis Tanah Datar, mendengarkan aspirasi dan keluhan Masyarakat untuk turut disuarakan kepada pemerintah. IKTD harus menjadi rumah besar bagi perantau, memperkuat jaringan organisasi, menyatukan dan meningkatkan peran sosial dan ekonomi perantau, untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan Tanah Datar dan masyarakatnya.
Semangat Persatuan Perantau
MUBES II IKTD/KKTD Nasional Tahun 2026 menegaskan kembali filosofi Minangkabau: "Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi" yang menjadi landasan moral seluruh peserta untuk menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan membangun organisasi yang lebih besar dan bermanfaat bagi generasi perantau Tanah Datar di masa depan.
Melalui MUBES II ini, seluruh peserta berkomitmen menjadikan DPP Ikatan Keluarga Tanah Datar sebagai wadah pemersatu perantau Tanah Datar di seluruh Indonesia dengan semangat: "Suaro Rantau, Suaro Kito" dan "Bersatu di Rantau, Membangun Kampung Halaman".
Narahubung Media:
Panitia MUBES II IKTD/KKTD Nasional 2026
Zurlen, S.H. Ketua Panitia
Drs. Daniel Chaniago, Ak.
Sekretaris Panitia
Penulis: BW
Editor: Redaksi
› Daerah
› JAKARTA
› Seni dan Budaya
MUBES II IKTD/ KKTD Nasional 2026 Mengukuhkan Eksistensi IKTD Seluruh Indonesia Memilih Dr.H.Yuherman, SH., MH Sebagai Ketum DPP Periode 2026 - 2030
MUBES II IKTD/ KKTD Nasional 2026 Mengukuhkan Eksistensi IKTD Seluruh Indonesia Memilih Dr.H.Yuherman, SH., MH Sebagai Ketum DPP Periode 2026 - 2030
TREN5.CO.ID
Rabu, 03 Juni 2026 | 12.08 WIB
Last Updated
2026-06-03T05:10:20Z
.jpg)