-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Mardika Ketua GRIB Jaya Pangarengan Imbau Evaluasi Total Pasca-Kericuhan Lapangan: "Jangan Biarkan Olahraga Tercoreng Kekerasan"

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14.38 WIB Last Updated 2026-08-16T07:42:00Z

 

Tangerang, -- Menanggapi insiden kericuhan dalam laga sepak bola di wilayah [Desa Pangarengan Sabtu 15 Agustus 2026 Ketua GRIB JAYA Mardika menyampaikan imbauan terbuka sekaligus pesan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat, panitia, dan pelaku olahraga.


Pihaknya menegaskan bahwa kesalahpahaman yang berujung pada aksi pemukulan hingga memicu keributan masif tersebut harus menjadi pelajaran berharga dan momentum evaluasi bersama.


"Kejadian kemarin adalah titik refleksi bagi kita semua," ucapnya.


Sepak bola adalah sarana silaturahmi, hiburan warga, dan pemersatu masyarakat, bukan wadah pelampiasan emosi. Benturan fisik di garis lapangan yang dipicu salah paham seharusnya bisa diredam jika semua pihak berkepala dingin," ujar Ketua GRIB JAYA ranting Pangarengan Mardika.




Pihak organisasi menekankan tiga poin penting sebagai langkah pencegahan ke depan:


1.  Panitia wajib memastikan adanya jarak aman yang jelas antara tribun penonton dan garis permainan untuk mencegah kontak fisik langsung


2. Setiap tim dan pemain dituntut menjunjung tinggi profesionalisme serta nilai fair play, tanpa mengedepankan tindakan main hakim sendiri saat terjadi insiden di lapangan.


3. Pengamanan dari unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta panitia lokal harus dibekali skema mitigasi kerawanan sejak awal pertandingan.


Untuk kedepannya, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga kondusifitas wilayah. Jangan sampai hiburan rakyat yang kita cintai ini dihentikan atau dilarang di masa depan hanya karena kelalaian kita menjaga ketertiban bersama," pungkasnya.


Penulis: Redaksi 


Editor: Redaksi 1