-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Itu Kata Suryadi Tentang Informasi Yang Beredar di Masyarakat Bojot

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14.34 WIB Last Updated 2026-08-05T07:35:56Z

 



SERANG, – Menanggapi pemberitaan salah satu media massa berjudul "Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik terhadap Pardiah Berujung Laporan Polisi di Tiga Tingkatan", Suryadi menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

‎Menurut Suryadi, peristiwa tersebut bermula dari informasi yang beredar di lingkungan warga Kampung Pasir Sempur RT 16/RW 02, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengenai dugaan seorang pria yang memasuki rumah salah satu warga pada malam hari dengan maksud melakukan pelecehan terhadap istri pemilik rumah.

‎Ia menjelaskan, informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh suami dari perempuan yang diduga menjadi korban kepada sejumlah warga. Menurut Suryadi, pria tersebut juga merupakan adik ipar dari orang yang diduga memasuki rumah itu.

‎"Kalau tidak salah, pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Inisial Suemi diduga datang ke rumah saya dan menceritakan isu yang saat itu sedang ramai di masyarakat. Sebelumnya saya sama sekali tidak tahu kalau bukan inisial Suemi sendiri yang bercerita. Menurut penjelasan Suemi kepada saya, Ahyati datang ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB dan menanyakan ciri-ciri orang yang masuk ke rumah. Setelah dijelaskan ciri-cirinya memakai celana pendek biru dan sweter hitam, Yati kemudian menyebut nama inisial P dan langsung menangis," ujar Suryadi, mengulang cerita yang disampaikan Suemi kepadanya.

‎Di sisi lain, Rohedi yang akrab disapa Riko mengaku juga pernah menerima cerita serupa dari Suemi. Saat dikonfirmasi Riko mengatakan, Suemi pernah mendatanginya seusai salat Magrib untuk menceritakan persoalan tersebut.

‎"Benar, Suemi pernah datang ke rumah saya seusai salat Magrib. Sebelumnya dia menghubungi saya melalui WhatsApp dan mengajak bertemu sambil ngopi karena ada sesuatu yang ingin diceritakan. Saat bertemu, S mengaku merasa heran setelah istrinya menerima pesan WhatsApp dari Padil. Menurut cerita Suemi, dalam pesan tersebut inisial P menyampaikan keinginan untuk datang ke rumah dan meminta minum, sementara saat itu Suemi sedang tidak berada di rumah," terang Riko.

‎Sementara itu, awak media telah berupaya mengonfirmasi pihak yang bersangkutan untuk memperoleh tanggapan dan klarifikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban atau tanggapan yang diberikan.

‎Baik Suryadi maupun Riko menegaskan bahwa keterangan yang mereka sampaikan kepada awak media merupakan informasi yang mereka dengar langsung dari Suemi. Keduanya menyatakan tidak memiliki maksud untuk menyebarkan fitnah ataupun mencemarkan nama baik pihak mana pun. Mereka juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila diminta oleh aparat penegak hukum.


Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan silahkan lakukan hak jawab, hak koreksi,dan hak klarifikasi.


Penulis: Redaksi 


Editor: Redaksi 1