-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Miris dan Memilukan! Ade Lestari Diduga Idap Kanker Stadium 3, Bertahan Hidup Bersama Tiga Anak di Tengah Minimnya Kepedulian

Sabtu, 23 Mei 2026 | 12.55 WIB Last Updated 2026-05-23T05:57:10Z


Tangerang, -- Nasib pilu dialami Ade Lestari, warga RT 04/05 Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Di tengah kondisi tubuh yang terus melemah akibat penyakit yang diduga kanker stadium 3, Ade Lestari harus bertahan hidup bersama tiga anaknya setelah ditinggalkan sang suami.


Ironisnya, di saat seorang ibu tengah berjuang melawan penyakit mematikan, Ade Lestari justru harus menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia tetap berusaha kuat demi anak-anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian seorang ibu.


Salah satu anak Ade Lestari diketahui masih bersekolah di SMP Negeri 2 Cisoka, sementara dua anak lainnya masih membutuhkan biaya hidup dan perhatian penuh setiap harinya. Kondisi tersebut membuat beban hidup keluarga kecil ini semakin berat.


Ade Lestari sebelumnya sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun perjuangan berobat ke rumah sakit besar tentu membutuhkan biaya, tenaga, dan pendampingan yang tidak sedikit.


Yang membuat warga sekitar merasa prihatin sekaligus geram, Ade Lestari disebut kerap tidak mendapatkan pendampingan dari keluarga terdekat saat menjalani pengobatan di rumah sakit. Padahal seorang pasien dengan kondisi serius sangat membutuhkan dukungan moril dan perhatian keluarga.


Aryo, salah satu warga yang peduli terhadap kondisi Ade Lestari, mengatakan dirinya sudah berupaya membantu semampunya dengan berkoordinasi bersama Puskesmas Cisoka.


Menurut Aryo, pihak Puskesmas Cisoka merespons dengan baik dan siap membantu mengupayakan bantuan medis yang tersedia, termasuk proses rujukan rumah sakit demi penanganan lebih lanjut bagi Ade Lestari.


Namun Aryo berharap kepedulian tidak hanya datang dari tenaga kesehatan semata. Ia menilai kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, mulai dari lingkungan sekitar hingga pemerintah daerah.


“Kami berharap ada empati nyata dari warga sekitar, pemerintah daerah, dinas kesehatan, sampai aparatur desa. Jangan sampai warga yang sedang sakit parah justru berjuang sendirian tanpa perhatian,” ungkap Aryo.



Menurut warga, kondisi Ade Lestari menjadi gambaran nyata bahwa masih ada masyarakat kecil yang hidup dalam kesulitan dan membutuhkan perhatian lebih serius. Di tengah banyaknya program sosial dan bantuan kesehatan, masyarakat berharap penanganan terhadap warga kurang mampu yang sedang sakit berat dapat lebih cepat dan tepat sasaran.


Warga sekitar kini berusaha membantu semampunya, mulai dari dukungan moril hingga bantuan kebutuhan sehari-hari. Namun mereka menyadari bantuan swadaya masyarakat tentu memiliki keterbatasan.


Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas sosial, dinas kesehatan, hingga aparatur desa dapat turun langsung melihat kondisi Ade Lestari dan keluarganya. Selain bantuan pengobatan, kebutuhan hidup sehari-hari dan masa depan pendidikan anak-anaknya juga membutuhkan perhatian serius.


Kisah Ade Lestari menjadi tamparan keras bagi semua pihak bahwa kepedulian sosial tidak cukup hanya sebatas ucapan belasungkawa atau rasa iba di media sosial. Dibutuhkan langkah nyata agar warga kecil yang sedang berjuang melawan penyakit tidak merasa ditinggalkan.


Di balik rasa sakit yang terus dihadapi setiap hari, Ade Lestari hanya ingin tetap hidup dan sehat demi melihat ketiga anaknya tumbuh besar. Sebuah harapan sederhana dari seorang ibu yang kini tengah berjuang di tengah kerasnya kehidupan.


Penulis: (Acong)


Editor: Redaksi 1