Lampung Selatan, – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan santunan anak yatim piatu Way Apus 1 dan 2 yang digelar di Masjid Al-Hafidz Dusun Way Apus, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, jumat, 20 Februari 2026.
Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, puluhan anak yatim dan piatu menerima santunan berupa uang tunai, perlengkapan sekolahc dan baju lebaran. Namun lebih dari itu, mereka menerima sesuatu yang jauh lebih berharga: perhatian, pelukan hangat, dan pengakuan bahwa mereka tidak sendiri.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Kepala Dusun Way Apus RK 015 Ebit Suprianto, Ketua pengurus Yatim Piatu Dusun Way Apus 1 dan 2 Ustd Syariman, para tokoh masyarakat, pengurus masjid, para donatur, serta warga sekitar yang turut memberikan dukungan moril dan doa. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap anak-anak yatim piatu, terutama di bulan yang penuh ampunan dan keberkahan ini.
Ketua Pengurus Anak Yatim Piatu Dusun Way Apus 1 dan 2, Ustadz Syariman, dalam sambutannya, "menyampaikan pesan yang menggugah hati. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi momentum menguji kepedulian.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini tentang bagaimana hati kita benar-benar hadir untuk anak-anak yatim di sekitar kita. Mereka tidak pernah memilih kehilangan orang tua mereka, tapi kepedulian atau ketidakpedulian kita, itulah pilihan kita," ucapnya.
”Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Jangan tunggu sempurna untuk peduli. Karena sejatinya, yang Allah nilai bukan seberapa besar yang kita beri, tetapi seberapa tulus hati kita saat memberi," tegasnya.
Saya berharap santunan ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama. Mari kita jaga mereka, kita didik mereka, kita rangkul mereka dengan kasih sayang. Semoga setiap air mata haru anak-anak yatim hari ini menjadi saksi bahwa Ramadhan benar-benar menghidupkan hati kita," harapnya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW, ‘Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini,’ sambil merapatkan dua jari beliau (HR. Bukhari). Menurutnya, hadits tersebut bukan sekadar janji, melainkan panggilan iman yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Jangan sampai kita khusyuk beribadah, tetapi menutup mata dari tanggung jawab sosial. Keberkahan Ramadhan tidak hanya turun di sajadah, tapi juga hadir di tangan yang memberi dan hati yang peduli,” tambahnya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Kepala Dusun Way Apus RK 015, Ebit Suprianto, saat di wawancara, "i menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan santunan tersebut. Ia menegaskan bahwa anak-anak yatim adalah amanah bersama seluruh warga dusun.
“Hari ini bukan sekadar acara santunan. Ini bukti bahwa Dusun Way Apus tidak menutup mata terhadap anak-anak yatim di sekitar kita. Mereka adalah bagian dari keluarga besar dusun ini,” ujarnya.
Ebit mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan santunan sebagai agenda seremonial tahunan semata.
“Jangan sampai kita sibuk membangun jalan dan rumah, tetapi lupa membangun masa depan anak-anak yatim. Jika kita ingin keberkahan benar-benar turun di Dusun Way Apus, maka jangan biarkan satu pun anak yatim merasa sendirian—karena di pundak kitalah masa depan mereka dan di tangan merekalah doa-doa langit untuk kampung ini,” tegasnya penuh emosi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap rezeki yang disisihkan para donatur menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Senyum anak-anak yang menerima santunan hari itu menjadi saksi bahwa Ramadhan masih hidup dan bukan hanya di lisan, tetapi di hati dan tindakan nyata.
Santunan ini bukan sekadar berbagi materi. Ia menjadi pengingat keras bahwa memuliakan anak yatim adalah jalan menuju keberkahan, bukan hanya untuk pribadi, tetapi untuk seluruh kampung.
Penulis: Ifn Kaperwil Lampung
Editor: Redaksi 1
