-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Polda Lampung Siapkan Mitigasi Kesehatan Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 12.00 WIB Last Updated 2026-09-06T05:01:58Z


LAMPUNG, – Polda Lampung memperkuat langkah mitigasi kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.


Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Lampung menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap personel maupun masyarakat, termasuk distribusi masker dan kesiapan layanan kesehatan.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, langkah mitigasi dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri menghadapi kemungkinan dampak erupsi.


“Polda Lampung mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Personel yang bertugas di lapangan juga kami pastikan mendapatkan perlindungan, termasuk masker,” kata Yuni, Sabtu (5/9/2026).


Selain membagikan masker kepada personel Polri yang melakukan patroli, Biddokkes Polda Lampung juga membagikan masker kepada masyarakat di sekitar kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung.


Masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara mulai terdampak abu vulkanik.


“Jika abu vulkanik mulai terpapar di lingkungan masyarakat, kami mengimbau warga menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Yuni.


*Siapkan Layanan Kesehatan hingga Rumah Sakit*


Tidak hanya melakukan pencegahan di lapangan, Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan tim tanggap darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.


Koordinasi tersebut mencakup kesiapan mobilisasi tim untuk evakuasi, pelayanan kesehatan serta fasilitas kesehatan rujukan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A.


Yuni mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi agar penanganan kesehatan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan dampak erupsi.


“Koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Kami ingin memastikan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau pelayanan kesehatan, seluruh unsur sudah siap bergerak,” katanya.


Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan para direktur rumah sakit melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk menyiapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).


Kesiapan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam jumlah besar atau korban massal.


*Anak Krakatau Masih Level III*


Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Sejak 2 Juli 2026, gunung api tersebut terus mengalami seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.


Pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Anak Krakatau mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh. Fenomena semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain juga teramati dari pos pengamatan.


Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan dan pendaki tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lava, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.


Yuni meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas terkait perkembangan aktivitas Anak Krakatau.


“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi jangan mengabaikan peringatan. Ikuti informasi resmi dan apabila berada di wilayah terdampak abu vulkanik, gunakan masker serta kurangi aktivitas di luar ruangan,” tegasnya.


Sumber: Press Release Nomor: 325/ IX / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas


Penulis: Ifn Kaperwil Lampung 


Redaktur: Redaksi 3