Jakarta, -- Menjelang pelaksanaan Konsolidasi Nasional Partai Indonesia Terang (PINTER) yang akan diselenggarakan pada 12 September 2026 di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta Selatan, seluruh jajaran Partai Indonesia Terang tengah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan agenda konsolidasi berjalan dengan baik dan menghasilkan rumusan-rumusan strategis bagi perjalanan politik serta kontribusi PINTER terhadap bangsa dan negara.
Konsolidasi Nasional ini akan menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Partai Indonesia Terang untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan nasional yang sedang berkembang, khususnya yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Partai Indonesia Terang, Mabruri mengatakan, Bahwa PINTER memandang persoalan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, konsolidasi nasional akan diarahkan untuk membahas berbagai isu strategis, terutama ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, kemandirian ekonomi, serta tantangan nasional dan global yang dapat memengaruhi kehidupan rakyat Indonesia.
" PINTER ingin memastikan bahwa politik harus kembali berbicara tentang kebutuhan nyata masyarakat. Pangan, sandang dan papan adalah kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian utama negara. Karena itu, kami membawa semangat Terang Pangan, Terang Sandang, dan Terang Papan sebagai bagian dari gagasan besar Partai Indonesia Terang," ujar Mabruri.
Menurut Mabruri, isu ketahanan pangan menjadi semakin strategis karena pangan bukan hanya persoalan produksi dan harga, tetapi menyangkut kedaulatan bangsa, kesejahteraan petani, stabilitas ekonomi, hingga ketahanan nasional.
Pemerintah saat ini juga memberikan perhatian besar terhadap kemandirian pangan melalui peningkatan produksi dalam negeri, penyerapan hasil pertanian, penguatan cadangan pangan, dukungan pupuk dan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah juga menegaskan bahwa kemandirian pangan harus berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk akses pupuk, harga gabah dan berbagai hambatan birokrasi.
Di sisi lain, dinamika global menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan energi Indonesia harus dibangun dengan fondasi yang semakin kuat. Konflik geopolitik dan gejolak harga komoditas global dapat memberikan tekanan terhadap rantai pasok, harga energi maupun harga pangan. Karena itu, kemandirian produksi dalam negeri menjadi salah satu agenda penting yang perlu terus diperkuat.
PINTER melihat bahwa ketahanan pangan harus dibangun secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memastikan tersedianya beras atau bahan pangan di pasar, tetapi juga bagaimana memastikan petani memperoleh penghasilan yang layak, biaya produksi terkendali, distribusi berjalan baik, konsumen memperoleh harga yang terjangkau, serta generasi muda memiliki masa depan yang menarik di sektor pertanian.
"Bagi kami, petani bukan sekadar produsen pangan. Petani adalah bagian penting dari kekuatan bangsa. Kalau petani sejahtera, produksi terjaga. Kalau produksi terjaga, rakyat mendapatkan pangan yang cukup dan terjangkau. Di situlah makna ketahanan pangan yang sesungguhnya," tegas Mabruri.
Data pemerintah menunjukkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog pada 2026 telah mencapai sekitar 5,3 juta ton, sebuah capaian yang menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Namun, menurut PINTER, capaian tersebut harus terus diikuti dengan kebijakan yang memastikan keberlanjutan produksi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh rantai pangan.
Selain pangan, Konsolidasi Nasional PINTER juga akan membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan sandang dan papan, sebagai bagian dari kebutuhan dasar rakyat.
Konsep "Terang Sandang" diarahkan pada gagasan tentang masyarakat yang memiliki akses terhadap kebutuhan sandang yang layak, terjangkau, sekaligus berkembangnya industri nasional dan usaha kecil-menengah yang menjadi bagian penting dari rantai produksi.
Sementara "Terang Papan" menempatkan persoalan hunian layak, keterjangkauan tempat tinggal, tata ruang, pembangunan wilayah dan pemerataan infrastruktur sebagai bagian dari agenda kesejahteraan rakyat.
Dengan demikian, slogan Terang Pangan, Terang Sandang, Terang Papan bukan sekadar slogan politik, melainkan merupakan kerangka berpikir PINTER dalam melihat kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua Umum Partai Indonesia Terang, Ibu Riza, bersama Ketua Dewan Penasehat Bapak Gempar Soekarno Putra, akan menjadi bagian penting dalam konsolidasi dan penguatan arah perjuangan partai ke depan.
" Konsolidasi nasional ini bukan hanya forum internal organisasi. Kami ingin menjadikannya ruang untuk menyatukan pikiran, menyatukan langkah dan menyusun gagasan yang konkret. PINTER ingin hadir dengan politik yang terang: jelas keberpihakannya, jelas gagasannya dan jelas manfaatnya bagi masyarakat,” kata Mabruri.
Menjelang tanggal 12 September 2026, jajaran Partai Indonesia Terang terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi organisasi maupun substansi agenda yang akan dibahas.
PINTER berharap Konsolidasi Nasional tersebut dapat melahirkan rekomendasi dan agenda strategis yang menjadi pijakan partai dalam menghadapi dinamika politik nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Indonesia.
" Terang Pangan. Terang Sandang. Terang Papan".
" Partai Indonesia Terang — PINTER, untuk Indonesia yang lebih terang".
Sumber: EJ
Penulis: Redaksi
Redaktur: Redaksi 3
