Tangerang, – Rencana puluhan pedagang Pasar Cisoka untuk menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Bupati Tangerang akhirnya ditunda setelah mendapat penjelasan langsung dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Penundaan dilakukan setelah pemerintah memastikan audiensi dengan para pedagang akan dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Sejak pagi hari, para pedagang telah berkumpul dan bersiap berangkat ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi pasar dan keberlangsungan usaha mereka. Namun sebelum aksi dilaksanakan, Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., turun langsung menemui para pedagang.
Dalam pertemuan tersebut, Sumartono didampingi Kapolsek Cisoka AKP Aditya, jajaran Koramil Cisoka, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta Direktur Operasional Perumda Niaga Kerta Raharja, Abdul Haer, S.IP. Dialog berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan.
Sumartono menjelaskan bahwa Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat ini sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah sehingga belum dapat menerima langsung para pedagang. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menjadwalkan audiensi resmi pada Selasa, 9 Juni 2026.
"Pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap aspirasi para pedagang. Audiensi sudah dijadwalkan dan seluruh aspirasi akan dibahas bersama," ujar Sumartono.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis dalam menyelesaikan persoalan para pedagang. Berbagai tahapan sosialisasi, komunikasi, serta penyediaan solusi telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyediakan ruang dagang yang masih tersedia di Pasar Cisoka untuk menampung para pedagang eks TPPS agar tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik.
"Pemerintah telah memberikan kemudahan dan kesempatan sesuai prosedur. Namun apabila seluruh tahapan yang telah dilakukan tidak diindahkan, maka langkah-langkah tegas akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Setelah menerima penjelasan tersebut, para pedagang sepakat menunda rencana aksi demonstrasi dan memilih menunggu pelaksanaan audiensi. Mereka berharap pertemuan yang akan digelar pada 9 Juni mendatang dapat menghasilkan solusi terbaik bagi para pedagang sekaligus mendukung penataan Pasar Cisoka yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif.
Penundaan aksi tersebut menunjukkan bahwa dialog dan musyawarah masih menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Para pedagang pun kini menaruh harapan besar agar audiensi mendatang dapat menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian bagi masa depan usaha mereka.
Penulis: (Acong)
Editor: Redaksi 1
