Tangerang, -- Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman H Tri di Kampung Kapundang RT 04/05, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, saat digelarnya haul almarhumah Hajah Ngatiyem binti Ngatinem yang ke-19 tahun pada Selasa, 19 Mei 2026. Acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut menjadi momentum doa bersama sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan masyarakat.
Almarhumah Hajah Ngatiyem binti Ngatinem diketahui merupakan istri dari Bapak H Wagiman, sosok yang dikenal luas dan dihormati masyarakat sekitar. Hingga kini, nama dan kebaikan almarhumah masih terus dikenang oleh keluarga maupun warga yang pernah mengenalnya.
Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi acara. Para tamu yang hadir terdiri dari keluarga besar, tokoh agama, tokoh masyarakat, sahabat, tetangga, hingga warga sekitar yang dengan penuh keikhlasan datang untuk mendoakan almarhumah. Kehangatan dan kebersamaan begitu terasa sejak awal kegiatan berlangsung.
Acara haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang membuat suasana semakin syahdu. Lantunan ayat-ayat suci menggema di seluruh area acara, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Kiyayi Pendi. Suasana semakin khusyuk ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan dzikir dan doa dengan penuh kekhidmatan.
Sementara itu, doa penutup dipimpin oleh KH Uding. Dengan suara penuh keteduhan, KH Uding memimpin doa untuk almarhumah Hajah Ngatiyem binti Ngatinem agar diberikan ampunan, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Seluruh jamaah tampak khusyuk menengadahkan tangan, larut dalam suasana haru dan penuh doa.
Dzikir dan doa yang berlangsung malam itu terasa sangat menyentuh hati. Banyak tamu undangan tampak menitikkan air mata saat mengenang sosok almarhumah Hajah Ngatiyem yang dikenal baik, ramah, dan dekat dengan masyarakat.
Suasana haru semakin terasa ketika keluarga besar H Tri mengenang sosok almarhumah yang dikenal sebagai pribadi sederhana, penyayang, sabar, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga maupun lingkungan sekitar. Bagi keluarga, almarhumah bukan hanya seorang ibu, tetapi juga panutan yang selalu mengajarkan arti keikhlasan, kerja keras, dan kasih sayang.
Dalam sambutannya, H Tri menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir memberikan doa terbaik untuk almarhumah ibundanya. Dengan suara bergetar penuh haru, ia mengungkapkan bahwa haul tersebut menjadi bentuk bakti dan penghormatan keluarga kepada orang tua yang telah berjasa besar dalam kehidupan mereka.
“Alhamdulillah sampai tahun ke-19 ini kami masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dan mengirimkan doa bagi almarhumah ibu kami tercinta. Terima kasih kepada seluruh keluarga, alim ulama, sahabat, dan masyarakat yang selalu hadir memberikan doa dan dukungan,” ujar H Tri.
Menurutnya, doa seorang anak kepada orang tua merupakan amal yang tidak akan pernah terputus. Karena itu, keluarga besar berkomitmen untuk terus menjaga tradisi haul sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada almarhumah Hajah Ngatiyem binti Ngatinem.
Tak sedikit warga yang hadir mengaku masih mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang ramah dan dekat dengan masyarakat. Almarhumah dikenal sering membantu tetangga dan selalu menunjukkan sikap penuh kelembutan kepada siapa saja.
“Beliau orang baik, murah senyum, dan sangat peduli terhadap lingkungan sekitar. Kami semua merasa kehilangan sosok beliau,” ungkap salah seorang warga yang hadir dalam acara tersebut.
Selain menjadi ajang doa bersama, haul tersebut juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan warga Kampung Kapundang. Para tamu tampak saling bercengkerama, berbagi cerita, dan mengenang berbagai kenangan bersama almarhumah dalam suasana penuh kekeluargaan.
Penulis: Acong
Editor: Redaksi 1
