Serang, -- Puluhan tahun pengajuan pembangunan jalan lingkungan RT 12/01 Desa Cirendeu, Kecamatan Petir yang diduga tidak pernah terealisasi , sehingga warga bangun jalan rabat beton dengan dana swadaya atau patungan tidak mengunakan dana desa, Minggu, 03 Mei 2026.
Makruf selaku RT 12/01menyampaikan pesan keluh kesah terhadap jalan yang rusak sering kali pengajuan ke desa namun tidak pernah kunjung terealisasi maka dengan ini Makruf selaku RT 12 melakukan pembangunan jalan dengan swadaya. Untuk bisa membangun jalan lingkungan yang rusak parah sekian lama tidak pernah di gubris dengan desa ucap Makruf kepada wartawan.
Perbaiki jalan yang tidak tersentuh oleh pemerintah setempat. Rasa kecewa yang memuncak karena sudah mengajukan ke desa udah puluhan tahun pembangunan tak kunjung terealisasi, kami mendorong warga kampung sinar tanjung desa Cirendeu kacamatan petir untuk bertindak nyata, cetusnya.
Dengan mengandalkan material seadanya dan tenaga kerja dari warga sendiri, pembangunan jalan setapak ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian, sindirnya.
Ditempat yang sama Askam menyampaikan rasa kecewanya, ini bukan proyek pemerintah. Ini murni hasil swadaya kami, ujarnya.
Pudin salah satu warga juga berharap agar langkah swadaya ini menjadi tamparan bagi pemerintahan ke tempat yang selama ini menutup mata.
Menurutnya, gerakan gotong royong tersebut tak hanya menunjukkan kepedulian warga terhadap kampung sendiri, tapi juga menjadi sindiran keras pemerintah setempat.
“Di balik semangat itu, ada rasa kecewa dan kelelahan. Mungkin inilah cara kami menyampaikan pendapat di muka umum,” ucapnya.
Kami selaku masyarakat menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah atau provinsi kedepannya supaya hal-hal semacam ini yang manfaatnya untuk kepentingan bersama, kiranya mendapat perhatian.
Sedangkan Kepala Desa Cirendeu belum dapat diminta keterangannya.
Sumber: BHR
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
