Kabupaten Tangerang, — Ancaman narkoba kini tidak lagi berada di pinggiran masyarakat. Ia telah merangsek masuk ke ruang-ruang pendidikan dan mengincar generasi muda secara terang-terangan. Pelajar menjadi sasaran empuk dengan berbagai modus licik, mulai dari pergaulan, media sosial, hingga kamuflase gaya hidup. Menghadapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) DPC Kabupaten Tangerang turun langsung ke lapangan dengan menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di dua sekolah di Kecamatan Cisoka, yakni SMP/SMA Nurul Huda Cisoka dan SMA Negeri 8 Cisoka, Kamis, 8 Januari 2026.
Langkah tegas ini menjadi peringatan keras bahwa perang melawan narkoba tidak bisa lagi hanya berhenti pada slogan dan seremoni. GRANAT memilih masuk langsung ke jantung persoalan: sekolah dan pelajar, kelompok yang paling rentan dijadikan target jaringan narkotika.
Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Deni, selaku Ketua DPC GRANAT Kabupaten Tangerang, didampingi jajaran pengurus Ilham, Rhama, Bizma, dan Aly, serta pengurus GRANAT Kecamatan Cisoka yang terdiri dari Asep Uban, Aryo, Ale, dan Acong. Kehadiran lengkap jajaran pengurus ini menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut bukan agenda simbolik, melainkan bagian dari gerakan serius dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, Deni menyampaikan peringatan keras bahwa wajah narkoba saat ini semakin licik dan sulit dikenali. Tidak lagi identik dengan tempat gelap dan dunia kriminal semata, narkoba kini menyusup melalui pergaulan sehari-hari dan ruang digital yang dekat dengan pelajar.
“Narkoba hari ini tidak datang dengan wajah menyeramkan. Ia hadir secara halus, seolah biasa, bahkan dianggap tren. Sekali pelajar terjerumus, yang hancur bukan hanya masa depan pribadi, tetapi juga harapan bangsa,” tegas Deni.
Sosialisasi P4GN di SMP/SMA Nurul Huda Cisoka dan SMA Negeri 8 Cisoka mengupas secara gamblang berbagai fakta lapangan, mulai dari jenis-jenis narkoba, dampak fatal terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga konsekuensi hukum berat yang mengintai pengguna maupun pengedar. Para pelajar juga diberi pemahaman mengenai modus baru peredaran narkoba yang secara khusus menyasar remaja dengan pendekatan pertemanan, solidaritas palsu, dan rasa ingin tahu.
Tak hanya menyasar pelajar, GRANAT juga menyentil keras lemahnya kewaspadaan lingkungan sebagai celah masuknya narkoba ke dunia pendidikan. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat ditegaskan sebagai benteng utama yang tidak boleh lengah sedikit pun.
“Kalau kita lengah, narkoba akan menang. Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum, ini tanggung jawab semua pihak—orang tua, guru, dan masyarakat,” lanjut Deni dengan nada tegas.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Antusiasme terlihat dari sesi dialog interaktif, di mana pelajar berani bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait ancaman narkoba di lingkungan pergaulan.
Pihak SMP/SMA Nurul Huda Cisoka dan SMA Negeri 8 Cisoka mengapresiasi langkah GRANAT DPC Kabupaten Tangerang yang dinilai berani, tegas, dan tepat sasaran. Edukasi langsung di lingkungan sekolah dianggap jauh lebih efektif dibandingkan imbauan tertulis yang kerap diabaikan.
GRANAT menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda satu hari. DPC Kabupaten Tangerang bersama pengurus GRANAT Kecamatan Cisoka berkomitmen untuk terus memperluas gerakan P4GN ke sekolah-sekolah lain dan wilayah yang dinilai rawan peredaran narkoba.
Pesan yang disampaikan tegas dan tidak bisa ditawar: narkoba adalah musuh bersama dan tidak boleh diberi ruang sedikit pun. Sekolah harus menjadi zona aman. Pelajar harus dilindungi. Dan semua pihak harus bergerak sekarang—bukan nanti.
Karena ketika generasi muda hancur oleh narkoba, yang runtuh bukan hanya individu, tetapi masa depan bangsa itu sendiri.
red--- (Acong)

