Tangerang, -- Ditengah kerasnya persaingan usaha di Ibu Kota, tidak banyak pelaku usaha kecil yang mampu bertahan, apalagi berkembang. Namun di antara ketatnya pasar Jakarta, nama Ahmad Ikam, yang akrab disapa Alex Martin, muncul sebagai contoh nyata pengusaha muda asal Cisoka yang mampu menembus dominasi pasar dengan kerja keras dan keteguhan hati.
Alex Martin bukan pemain besar dengan modal melimpah. Ia datang dari daerah, membawa tekad dan keberanian untuk bersaing di pasar yang dikenal kejam bagi pelaku usaha kecil. Usaha ayam potong yang dirintisnya dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang kerap menjadi penghalang bagi banyak orang untuk melangkah lebih jauh.
Memasuki pasar Jakarta bukan perkara mudah. Persaingan harga yang ketat, fluktuasi pasokan, serta tekanan dari pelaku usaha lama menjadi tantangan harian yang harus dihadapi. Tidak sedikit pengusaha yang akhirnya tumbang. Namun Alex memilih bertahan, meski harus bekerja lebih keras dan lebih lama dari kebanyakan orang.
Hari-harinya dimulai sejak dini hari dan berakhir hingga larut malam. Kerugian, kelelahan, dan ketidakpastian sempat menghantui langkahnya. Namun satu hal yang tidak pernah ia lakukan adalah menyerah. Baginya, mundur berarti mengubur mimpi yang telah diperjuangkan dengan susah payah.
“Persaingan di Jakarta keras, tapi kalau kita berhenti berjuang, semuanya akan selesai. Saya memilih bertahan,” ujar Alex singkat.
Perlahan namun pasti, keteguhan itu membuahkan hasil. Dengan menjaga kualitas, konsistensi pasokan, dan kejujuran dalam berdagang, kepercayaan pelanggan mulai tumbuh. Usaha ayam potong yang awalnya berskala kecil kini berkembang signifikan. Hingga saat ini, Alex Martin telah memiliki beberapa tempat atau lapak dagang ayam potong yang beroperasi dan melayani pasar Jakarta.
Lapak-lapak tersebut bukan sekadar titik jual beli, melainkan simbol dari perjuangan panjang seorang anak daerah yang berani bertarung di pusat persaingan ekonomi nasional. Dari Cisoka ke Jakarta, Alex membuktikan bahwa pengusaha muda daerah mampu bersaing tanpa harus mengorbankan integritas.
Kesuksesan yang diraih Alex Martin tidak membuatnya lupa pada akar perjuangannya. Ia tetap menjaga kesederhanaan dan menjadikan usahanya sebagai sarana membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Roda ekonomi pun ikut bergerak dari kerja keras yang ia bangun dengan penuh kesabaran.
Kisah Ahmad Ikam alias Alex Martin mencerminkan wajah nyata perjuangan UMKM Indonesia—bertahan di tengah tekanan, bersaing tanpa menyerah, dan tumbuh dengan kejujuran. Di saat banyak yang tumbang oleh kerasnya pasar, Alex memilih berdiri dan melawan keadaan.
Karena dalam dunia usaha, terutama di Jakarta, yang mampu bertahanlah yang pada akhirnya akan menang.
Penulis: (Acong)
Editor: Redaksi 1
