-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Demi Korban Kecelakaan, Warga dan Wartawan Berjuang, Ketua RW Ratu Sumiyati Malah Arogan

Kamis, 11 Desember 2025 | 16.33 WIB Last Updated 2025-12-11T09:36:42Z


Banten, – Pelayanan publik di tingkat Rukun Warga (RW) Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menjadi sorotan setelah dugaan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum Ketua RW 04, yang diketahui berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Serang.


Insiden ini terjadi ketika seorang jurnalis, Herman, mendampingi warga untuk mengurus kelengkapan administrasi, khususnya stempel pengesahan, untuk surat permohonan pembangunan garis kejut (polisi tidur) yang akan diajukan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten. 


Pemasangan garis kejut ini merupakan inisiatif kolektif warga untuk mengurangi laju kendaraan dan menekan tingginya angka kecelakaan di wilayah RW 04.


Menurut Herman, insiden dugaan arogansi itu terjadi di Kantor Kecamatan Walantaka. Ia bersama warga sedang menunggu Ketua RW 04 yang baru pulang berdinas di BPN Kabupaten Serang untuk memproses kelengkapan administrasi tersebut. Namun, respons yang didapat jauh dari harapan.


“Saya menunggu baik-baik untuk meminta stempel sebagai tanda persetujuan wilayah. Ini demi keselamatan bersama karena sering terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut. Namun, bukannya mendapatkan pelayanan, saya justru disambut dengan nada tinggi dan bahkan dituding sebagai 'sok pahlawan',” jelas Herman.


Warga menyayangkan sikap oknum Ketua RW 04 tersebut, Ratu Sumiyati, yang dinilai menghambat upaya kolektif warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman. Status Ketua RW 04 sebagai seorang PNS di BPN Kabupaten Serang seharusnya menjamin etos pelayanan publik yang baik, bukan sebaliknya.


Atas kejadian ini, warga Kelurahan Pipitan mendesak Lurah Walantaka dan Camat Walantaka untuk segera mengambil tindakan tegas dan mengevaluasi kinerja Ketua RW 04. Warga menduga sikap yang menghambat ini tidak mencerminkan jiwa pelayanan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin wilayah, apalagi seorang abdi negara.


“Kami meminta Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan untuk mengevaluasi kinerja Ketua RW 04. Kami berharap kejadian ini tidak terulang dan pelayanan publik di tingkat RW dapat berjalan profesional, terutama dari pejabat yang notabene adalah seorang PNS. Kami hanya ingin jalan kami aman, tidak lagi ada yang kecelakaan," ujar salah satu perwakilan warga.


Hingga berita ini diturunkan, Ratu Sumiyati, Oknum Ketua RW 04 yang bersangkutan, belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan arogansi yang dituduhkan oleh warga dan jurnalis.


Penulis: Redaksi


Editor: Redaksi 1