Tangerang, – Pemerintah Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menegaskan sikap tegas menjelang malam pergantian Tahun Baru. Kepala Desa Bojong Loa, Jusepta, secara terbuka meminta warga menghentikan pola perayaan yang dinilai kerap berujung pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Jusepta menekankan bahwa Tahun Baru bukan momentum untuk euforia berlebihan yang justru meresahkan lingkungan. Ia secara eksplisit melarang pesta kembang api, konsumsi minuman keras, mabuk-mabukan, hingga konvoi kendaraan yang sering kali berubah menjadi ajang kebut-kebutan dan sumber kegaduhan.
“Ini bukan sekadar imbauan basa-basi. Kami minta warga benar-benar patuh. Tidak ada pesta kembang api, tidak ada miras atau mabuk-mabukan, dan tidak ada konvoi kendaraan di malam Tahun Baru,” tegas Jusepta.
Menurutnya, setiap pergantian tahun hampir selalu diwarnai persoalan klasik: suara petasan memekakkan telinga hingga dini hari, anak-anak muda mabuk di pinggir jalan, serta konvoi kendaraan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Kondisi tersebut, kata Jusepta, tidak boleh terus dibiarkan seolah menjadi tradisi.
“Tahun Baru seharusnya menjadi momen introspeksi, bukan ajang hura-hura yang mengorbankan ketenangan warga. Kalau masih ada yang nekat melanggar, berarti yang bersangkutan sadar sedang menciptakan masalah di kampungnya sendiri,” ujarnya dengan nada tajam.
Pemerintah Desa Bojong Loa, lanjut Jusepta, berkomitmen menjaga wilayahnya tetap aman, tertib, dan kondusif, tanpa kompromi terhadap aktivitas yang berpotensi memicu keributan dan konflik sosial.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengisi malam Tahun Baru dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti berkumpul bersama keluarga, doa bersama, dan menjaga suasana lingkungan tetap kondusif.
“Ketenangan warga jauh lebih berharga daripada euforia sesaat. Jangan rusak nama baik Desa Bojong Loa hanya demi kesenangan satu malam,” tandasnya.
Dengan penegasan ini, Pemerintah Desa Bojong Loa mengirim pesan yang jelas kepada seluruh warga: Tahun Baru boleh dirayakan, tetapi ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan bersama tidak bisa ditawar.
Penulis : Acong
Editor: Redaksi 1
