Jakarta, — Pemerintah kembali menegaskan arah besar transformasi pariwisata nasional melalui gelaran Workshop Nasional Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan 2025. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Dewan Wahyu Nugraha, anggota Komisi Tiga, Fraksi Golkar Provinsi, dan dihadiri jajaran penting lintas daerah serta unsur masyarakat penggerak wisata, Selasa, 25 November 2025.
Hadir dalam kegiatan ini H. Edi, yang mewakili Ibu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, sebagai bentuk dukungan penuh dinas provinsi terhadap percepatan transformasi pariwisata hijau. Selain itu, turut hadir Alwani, M.Pd selaku Ketua Pokdarwis Kota Tangerang Selatan, serta Dedi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tangerang, yang menegaskan komitmen daerah dalam mendorong perbaikan tata kelola wisata.
Kegiatan ini semakin lengkap dengan kehadiran Bapak Guru Nursila, pembina sekaligus alumni SMPN 1 Cisoka, yang menjadi figur pendidikan dan moral bagi para peserta.
Dalam arahannya, Dewan Wahyu Nugraha menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan titik balik penting bagi pariwisata Indonesia. Ia menyampaikan dengan tegas bahwa seluruh pengelola destinasi wajib keluar dari pola konvensional dan bertransformasi menuju standar global yang menekankan keberlanjutan.
“Kita harus bergerak cepat, terukur, dan disiplin. Pariwisata modern menuntut tanggung jawab, transparansi, dan keberlanjutan. Semua pengelola destinasi harus siap naik kelas,” tegas Wahyu dengan nada lugas.
Sementara itu, H. Edi yang mewakili Ibu Kadis Pariwisata Provinsi, menegaskan bahwa provinsi siap mendukung transformasi pariwisata melalui pembinaan, peningkatan kompetensi, serta penyelarasan regulasi daerah dengan standar internasional sustainable tourism.
Di sisi lain, Alwani, M.Pd, Ketua Pokdarwis Tangsel, menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam mewujudkan destinasi yang kuat dan kompetitif.
Kemudian Dedi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa daerah siap memperkuat tata kelola destinasi melalui peningkatan kualitas SDM dan inovasi pelayanan.
Workshop ini diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi dan menghadirkan materi padat mengenai:
- Standar dan indikator destinasi berkelanjutan,
- Penerapan Environment, Social, and Governance (ESG),
- Mitigasi risiko lingkungan dan sosial,
- Penguatan pemberdayaan masyarakat lokal,
- Serta penyusunan strategi peningkatan daya saing destinasi.
Kehadiran Bapak Guru Nursila memberikan sentuhan inspiratif bagi para peserta, terutama dalam membangun karakter, etika pengelolaan, dan kedisiplinan kerja yang berkelanjutan.
Peserta menilai workshop ini sangat berpengaruh dalam membuka wawasan baru dan memberikan dorongan moral untuk memperbaiki manajemen destinasi secara lebih profesional dan terstruktur.
Dengan terselenggaranya workshop nasional ini, pemerintah berharap seluruh daerah dapat mempercepat langkah menuju Pariwisata Hijau 2025—pariwisata yang mengutamakan keberlanjutan, kualitas layanan, dan tata kelola yang tertib.
Kegiatan ini menegaskan satu pesan tegas: Pariwisata Indonesia harus melaju ke level global yang lebih hijau, lebih disiplin, dan sepenuhnya berkelanjutan.
Reporter: ( Acong & tim )
