-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Bedolan Pamarayan, Tradisi Turun-Temurun yang Satukan Budaya, Doa, dan Ekonomi Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 22.20 WIB Last Updated 2026-10-11T15:23:19Z


Serang, — Menjaga warisan leluhur bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi merawat identitas dan memperkuat kebersamaan untuk masa depan. Semangat inilah yang mewarnai Bedolan Pamarayan 2026, tradisi turun-temurun yang dijadwalkan berlangsung mulai 17 Oktober 2026 selama tiga hari tiga malam, dengan rangkaian kegiatan UMKM, istighosah, dan pagelaran wayang golek.


Bedolan Pamarayan bukan sekadar pesta rakyat, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi, menjaga nilai-nilai tradisi, dan mewariskan kecintaan terhadap budaya kepada generasi penerus.


Kehadiran UMKM juga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Masyarakat dan pengunjung diajak membeli produk lokal serta menikmati kuliner yang dijajakan para pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.


Mari datang dan ramaikan Bedolan Pamarayan! Jangan hanya menikmati kemeriahannya, tetapi ikut membantu menghidupkan usaha kecil. Sebab, setiap pembelian dapat menjadi tambahan rezeki dan penyemangat bagi pedagang yang berjuang demi keluarga mereka.


Rangkaian istighosah diharapkan menjadi sarana doa bersama untuk memohon keberkahan dan keselamatan. Sementara itu, pagelaran wayang golek menjadi ruang untuk menjaga kesenian tradisional Sunda agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.


Bedolan Pamarayan adalah warisan leluhur yang patut dijaga, kebersamaan yang harus dirawat, dan kesempatan untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Mari terus lestarikan tradisi ini agar membawa manfaat dan kebahagiaan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.



Penulis: (Acong jz30 BBG)


Redaktur: Redaksi 3