Tangerang, — Warga Kampung Cihirup dibuat terkejut sekaligus geram oleh kemunculan proyek paving blok tanpa identitas yang tiba-tiba dikerjakan tanpa pemberitahuan, tanpa papan informasi, tanpa prosedur, dan tanpa koordinasi dengan pihak desa. Proyek misterius ini datang seperti bayangan gelap—langsung bekerja, langsung menuai kecurigaan.
Desa Tak Tahu Apa-Apa: “Tidak Ada Surat, Tidak Ada Pemberitahuan!”
Saat dikonfirmasi, salah satu perangkat desa menegaskan bahwa pemerintah desa sepenuhnya buta informasi terkait proyek tersebut.
“Tidak ada surat, tidak ada pemberitahuan. Kami tidak tahu asal-usul proyek ini dari mana,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa proyek ini masuk ke wilayah desa tanpa izin, tanpa koordinasi, dan berpotensi melanggar prosedur resmi.
Di tengah kondisi gelap informasi ini, muncul keterangan dari beberapa warga bahwa proyek tersebut diduga dibawa oleh salah satu anggota dewan dari PKS.
Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi ataupun pengumuman resmi, sehingga informasi tersebut masih berstatus isu yang beredar kuat di masyarakat.
Seorang warga mengatakan, kalau benar dari dewan, kenapa diam-diam? Kenapa desa tidak dilibatkan? Ini kok jadi seperti proyek siluman!.
Bagian paling disorot warga adalah kualitas pengerjaan yang dianggap sangat brutal.
"Pengerjaan proyek paving blok itu diduga dilakukan secara brutal tanpa pengerasan dasar sedikit pun — paving langsung ditanam di atas tanah mentah, seolah-olah standar konstruksi bisa diinjak-injak seenaknya, sebuah praktik nekat yang berpotensi menghancurkan kualitas jalan sejak hari pertama".
Tanpa pengerasan, jalan tidak akan bertahan lama. Bahkan banyak warga khawatir proyek ini hanya akan menjadi “jalan instan” yang rusak dalam hitungan minggu.
Di lokasi, warga tidak menemukan:
- Papan informasi proyek
- Nama pelaksana pekerjaan
- Nomor kegiatan
- Anggaran
- Pengawas lapangan
- Kontraktor resmi
Warga pun menyebutnya sebagai Paving siluman. Dan pihak desa menyatakan akan segera mencari tahu siapa yang memasukkan proyek ini ke wilayah Selapajang.
“Kami butuh identitas pelaksana. Tidak boleh ada proyek masuk begitu saja tanpa prosedur,” tegas perangkat desa.
Melihat banyaknya kejanggalan, masyarakat Cihirup meminta pihak kecamatan, inspektorat, dan instansi terkait untuk melakukan penelusuran resmi.
Salah satu tokoh masyarakat menegaskan:
“Siapa pun dalangnya harus muncul. Jangan main proyek gelap di wilayah warga. Ini tanah publik, bukan tempat eksperimen proyek asal jadi!”
Reporter: (Acong & tim)
